Jalan Rusak Digerus Hujan, Warga Dusun Soko Gotong Royong Urug Mandiri dengan Dana Kas RT
- Nov 18, 2025
- Anton Rudi Santoso
- Sosial kemasyarakatan, ketahanan pangan nasional
Ngrandu, Sinarndaru.kim.id – Musim penghujan kembali membawa persoalan klasik di sejumlah wilayah pedesaan, salah satunya adalah kerusakan infrastruktur jalan. Di Dusun Soko, Desa Ngrandu, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, warga tak menunggu uluran tangan pemerintah untuk mengatasi jalan yang rusak parah. Secara swadaya, mereka menggelar kerja bakti pengurugan jalan di ruas Soko Moro pada Selasa (18/11/2025).
Kerja bakti ini menjadi solusi darurat dan praktis yang dipilih warga untuk memastikan akses mobilitas tidak terhambat. Puluhan warga terlihat antusias membawa alat seadanya, seperti cangkul dan gerobak dorong, untuk menimbun jalan yang berlubang dan becek akibat genangan air hujan.
Inisiatif Mandiri di Tengah Keterbatasan
Paiman, Ketua RT 002 RW 002 Dusun Soko, mengungkapkan bahwa kegiatan ini didanai sepenuhnya dari kas RT. Langkah tersebut diambil setelah mempertimbangkan urgensi perbaikan jalan yang menjadi akses utama warga, terutama saat musim hujan tiba.
"Jalan Soko Moro ini sangat vital bagi kami. Kalau dibiarkan terus rusak, kegiatan ekonomi warga terganggu, anak-anak sekolah juga kesulitan. Kami tidak bisa hanya menunggu, jadi diputuskanlah patungan dari kas RT untuk membeli material urug," kata Paiman saat ditemui Kompas.com di lokasi kerja bakti.
Menurut Paiman, keputusan ini diambil sebagai respons cepat. Kondisi jalan yang berlumpur dan licin bukan hanya menghambat transportasi, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan. "Setidaknya dengan diurug seperti ini, jalan bisa dilalui sementara waktu, lebih aman," tambahnya.
Prioritas Dana Desa dan Harapan ke Pusat
Paiman tidak menampik bahwa idealnya perbaikan jalan desa menjadi tanggung jawab pemerintah daerah atau melalui alokasi Dana Desa. Namun, ia menjelaskan, saat ini prioritas penggunaan Dana Desa banyak dialihkan untuk mendukung program-program pemberdayaan, salah satunya program nasional "Kopdes Merah Putih" (Koperasi Desa Merah Putih).
"Kami tahu bahwa Dana Desa punya banyak alokasi, dan sekarang memang banyak yang fokus ke program Kopdes Merah Putih. Ini kan program yang bagus juga untuk ekonomi desa, tapi jangan sampai infrastruktur dasar seperti jalan jadi terabaikan," ujar Paiman.
Kondisi ini menimbulkan dilema di tengah masyarakat. Di satu sisi, program pemberdayaan ekonomi desa berjalan, namun di sisi lain, infrastruktur penunjang belum mendapatkan perhatian maksimal. Warga berharap pemerintah pusat dapat melihat kondisi ini dan memberikan solusi konkret.
"Kami sangat berharap kepada pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan pemerataan pembangunan infrastruktur di desa-desa. Jalan yang bagus itu pondasi untuk semua kegiatan, termasuk mendukung program-program ekonomi desa itu sendiri," tegas Paiman, mewakili suara warga Dusun Soko.
Kegiatan kerja bakti ini bukan hanya sekadar perbaikan jalan, tetapi juga simbol dari semangat kegotongroyongan warga yang pantang menyerah dalam menghadapi tantangan, sambil terus menyuarakan harapan mereka akan perhatian lebih dari pemerintah.
.jpeg)