Swadaya Masyarakat Dusun Soko: Fogging dan Sosialisasi PSN Demi Cegah dan meminimalisir DBD

  • Jan 18, 2025
  • Anton Rudi Santoso
  • Sosial kemasyarakatan, Kesehatan

Ponorogo – Dalam upaya mencegah dan meminimalisir penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sering meningkat selama musim penghujan, masyarakat Dusun Soko, Desa Ngrandu, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, bersama pemuda setempat menggelar kegiatan fogging dan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 18 Januari 2025, ini menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan.  

Kegiatan ini sepenuhnya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat Dusun Soko. Para pemuda, yang tergabung dalam Kelompok Pemuda dusun, menjadi motor penggerak kegiatan ini. Mereka berinisiatif menggalang dana dari warga setempat, baik dalam bentuk uang maupun barang kebutuhan seperti bahan bakar untuk fogging. Semangat kebersamaan ini menjadi kekuatan utama yang membuat kegiatan dapat terlaksana dengan baik.  

Sejak pagi hari, pukul 05.30 WIB, kegiatan dimulai dengan pelaksanaan fogging di lingkungan dusun. Para pemuda menyisir seluruh area pemukiman warga, tempat-tempat penampungan air, saluran pembuangan, hingga kebun yang menjadi lokasi potensial berkembangnya nyamuk Aedes aegypti. Pengasapan dilakukan dengan hati-hati untuk menjangkau sudut-sudut yang sulit terjangkau guna memastikan tidak ada nyamuk yang terlewat.  

"Fogging ini penting untuk memberantas nyamuk dewasa yang berpotensi membawa virus DBD. Namun, kami juga mengingatkan warga bahwa langkah ini harus disertai dengan kebiasaan hidup bersih dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan rumah masing-masing," ujar Riyan, Salah satu penggerak pemuda dusun

Bersamaan dengan fogging, para pemuda juga  mensosialisasikan gerakan PSN. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada warga tentang pentingnya langkah pencegahan secara mandiri melalui program 3M Plus, yaitu Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat tempat air, dan Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Plus dalam program ini mencakup langkah tambahan seperti menggunakan kelambu, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, hingga menggunakan bahan alami seperti serai wangi sebagai pengusir nyamuk.  

"Langkah-langkah sederhana seperti ini bisa dilakukan oleh semua orang, dan dampaknya sangat besar. Jika semua warga konsisten melakukannya, kita bisa mencegah penyebaran DBD secara signifikan," ujar Putra, selaku koordinator kegiatan 

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Ngrandu, Bapak Suparto dan Kepala Dusun Soko, Bapak Suparwanto, yang juga hadir dan ikut serta dalam kegiatan fogging. beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemuda dan kekompakan warga dalam menjaga kesehatan lingkungan. "Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan gotong royong, kita bisa mencegah penyakit dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Saya harap semangat ini terus dijaga dan ditingkatkan," ujar Suparwanto. 

Selain sosialisasi dan fogging, kegiatan ini juga diakhiri dengan aksi gotong royong membersihkan lingkungan dusun. Sampah-sampah yang dapat menjadi tempat genangan air, seperti kaleng bekas, botol plastik, dan ban bekas, dikumpulkan untuk didaur ulang atau dibuang ke tempat pembuangan akhir.  

Salah satu warga, Bapak Sijar, menyampaikan rasa terima kasihnya atas upaya pemuda Dusun Soko. "Dengan adanya fogging dan sosialisasi ini, kami menjadi lebih paham tentang bagaimana cara mencegah nyamuk berkembang biak. Selain itu, lingkungan juga terasa lebih bersih dan nyaman," ungkapnya.  

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi sesaat, tetapi juga menjadi pemicu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemuda Dusun Soko juga berencana untuk menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin yang dilaksanakan secara berkala.  

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh masyarakat Dusun Soko, Desa Ngrandu, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada lingkungan yang lebih sehat, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi dusun-dusun lain di wilayah Kecamatan Kauman maupun Kabupaten Ponorogo secara keseluruhan.