Tekan Ketergantungan Pupuk Kimia, Poktan Soko Makmur Ngrandu Kembangkan Pupuk Organik Cair
- Dec 18, 2025
- Anton Rudi Santoso
- Sosial kemasyarakatan, ketahanan pangan nasional
NGRANDU – Kelompok Tani (Poktan) Soko Makmur di Desa Ngrandu, Kecamatan Kauman, mulai memperkuat kemandirian sarana produksi pertanian melalui pemanfaatan limbah organik. Pada Kamis (18/12/2025), para petani menggelar pelatihan intensif pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai upaya menghadapi tantangan biaya produksi yang kian meningkat.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Kepala Dusun Soko, Suparwanto, ini menghadirkan tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kecamatan Kauman sebagai instruktur teknis.

Solusi Biaya dan Kesuburan Tanah
Pelatihan ini berangkat dari kegelisahan petani terhadap ketergantungan pada pupuk kimia yang dinilai mulai menurunkan kualitas unsur hara tanah. Suparwanto menjelaskan bahwa pengalihan sebagian porsi pupuk ke organik diharapkan mampu memperbaiki ekosistem lahan di Dusun Soko secara bertahap.
"Tujuan utamanya adalah efisiensi. Dengan membuat pupuk sendiri dari bahan yang tersedia di sekitar, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada ketersediaan pupuk subsidi atau fluktuasi harga pupuk nonsubsidi di pasaran," ujar Suparwanto, Kamis siang.
Dalam pelatihan tersebut, para petani diajarkan teknik fermentasi dengan memanfaatkan mikroorganisme lokal. Bahan-bahan sederhana seperti limbah kotoran ternak, dan air diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan nutrisi tanaman yang kaya akan unsur nitrogen, fosfor, dan kalium.
Pendampingan Berkelanjutan
Penyuluh Pertanian Kecamatan Kauman menekankan bahwa pembuatan POC tidak hanya soal mencampur bahan, tetapi juga mengenai ketepatan waktu fermentasi dan dosis aplikasi. Pihak PPL berkomitmen untuk terus mengawal praktik ini hingga para petani benar-benar mahir melakukan produksi secara mandiri di rumah masing-masing.
"Kami memberikan pendampingan agar standar kualitas pupuk cair yang dihasilkan petani tetap terjaga. Ini adalah langkah kecil menuju kedaulatan pangan dari tingkat desa," ungkap salah satu tim penyuluh.
Selain aspek teknis, pelatihan ini juga menjadi ruang diskusi bagi anggota Poktan Soko Makmur untuk mengevaluasi musim tanam tahun ini. Transformasi menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan diharapkan dapat meningkatkan nilai jual komoditas yang dihasilkan Desa Ngrandu di masa depan.
Melalui inisiatif ini, Kelompok Tani Soko Makmur berharap Desa Ngrandu dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Kauman dalam hal pengelolaan pertanian berkelanjutan yang berbasis kemandirian lokal.
Penulis: [Admin]
Editor: [tim Kim Sinar Ndaru]